Penelitian ini mengkaji ritual Hedasena yang dilakukan oleh masyarakat Liya Togo di Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, sebagai bentuk perawatan tradisional bagi ibu dan anak pertama yang baru lahir. Ritual ini merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki dimensi sosial, spiritual, serta kesehatan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi untuk memahami makna serta tahapan ritual Hedasena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Liya Togo meyakini Hedasena sebagai mekanisme perlindungan kesehatan anak dan ibu, sekaligus menjaga keseimbangan sosial. Ritual ini dianalisis melalui perspektif fungsionalisme struktural Parsons (AGIL), yang menunjukkan peran Hedasena dalam adaptasi budaya, pencapaian tujuan kesehatan, integrasi sosial, serta pewarisan nilai budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian sosiologi kesehatan tradisional dan pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi.
Copyrights © 2025