Manajemen rantai pasok (supply chain management) pada awalnya adalah ilmu manajemen logistic sebagai sistem terintegrasi yang mengoordinasikan keseluruhan proses di dalam organisasi/ perusahaan yang mempersiapkan dan menyampaikan produk/barang kepada konsumen. Proses ini mencakup perencanaan (plan), sumber input (source), yaitu bahan mentah dari pemasok, transformasi, distribusi, pergudangan (deliver), sistem informasi, pembayaran barang, sampai barang dikonsumsi oleh konsumen, dan tahap akhirnya adalah layanan pengembalianproduk/barang (return). Proses return mencakup kegiatan daur ulang , pengembalian barang rusak, atau penggantian barang rusak dengan barang baru. Pendekatan yang digunukan adalah menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif. Adapun penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan supply chain management, berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa proses dalam industri tape handayani 82 ini menggunakan tahapan-tahapan yang ada di rantai pasok. Faktor pendukung dan penghambat supply chain management pada tape 82 yaitu: faktor pendukung yaitu komunikasi pada pelanggan melalui media whatsaap, sedangkan faktor penghambat yaitu dampaknya covid 19 sehingga banyak bahan yang kurang dan kualitas singkong yang bagus hanya sedikit dan mahal. Kata kunci: supply chain management, tape singkong
Copyrights © 2023