Transformasi pasar keuangan global dalam beberapa dekade terakhir telah mendorong minat terhadap instrumen keuangan syariah seperti sukuk, namun minat investor terhadap sukuk masih tergolong rendah dibandingkan dengan instrumen konvensional. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat investor pada sukuk di Indonesia, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang ada. Data menunjukkan bahwa penerbitan sukuk mengalami penurunan signifikan dan kesadaran investasi di kalangan generasi muda masih rendah. Imbal hasil sukuk yang relatif lebih rendah dibandingkan obligasi konvensional, kurangnya edukasi, kendala regulasi, dan keterbatasan likuiditas pasar adalah faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat investor. Meskipun ada dukungan pemerintah dan kinerja sukuk yang positif, masih terdapat kesenjangan dalam partisipasi investor. Untuk meningkatkan minat, diperlukan strategi yang meliputi edukasi melalui webinar dan media sosial, promosi yang efektif, kolaborasi dengan komunitas hijau, dan penyediaan informasi yang jelas tentang sukuk. Peningkatan literasi sukuk dan inklusi keuangan juga merupakan langkah penting dalam menciptakan basis investor yang lebih luas. Dengan reformasi regulasi, edukasi yang lebih baik, dan pengembangan produk sukuk yang inovatif, sukuk berpotensi menjadi pilihan investasi yang lebih menarik dan kompetitif di pasar keuangan global.
Copyrights © 2024