Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menandai pergeseran besar dalam struktur pemerintahan dan ekonomi Indonesia. Namun, proyek ini menimbulkan tantangan signifikan terkait ganti rugi atas tanah yang berdampak langsung pada masyarakat lokal, terutama dari perspektif ekonomi dan sosial. Artikel ini menganalisis dinamika ganti rugi tanah dalam pembangunan IKN dengan pendekatan ekonomi-politik dan sosiologis. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ganti rugi yang bersifat formal dan terpusat belum mampu mengakomodasi nilai sosial-budaya dan fungsi ekonomi dari tanah bagi masyarakat terdampak. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme ganti rugi berbasis nilai ganda-ekonomi dan sosial-yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan
Copyrights © 2025