Awilaras
Vol 11 No 1 (2024): Memahami Distingsi Budaya Melalui Musik Tradisional

Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon

Primamona, Dea Lunny (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Jul 2024

Abstract

Sekaten atau Muludan merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bunyi gamelan dikumandangkan di tiga kota yang memiliki sejarah kerajaan bercorak Islam-Jawa seperti Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Semua perangkat gamelan di ketiga kota tersebut menggunakan sistem nada mirip laras pelog pada karawitan Jawa pada umumnya. Meskipun terdengar seperti laras pelog, nada-nada yang ada di setiap perangkat gamelan tersebut sama sekali berbeda. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian khusus tentang pengukuran frekuensi dan jangkah nada yang dilakukan dengan metode deskripsi analitis dan pendekatan etnomusikologi. Hasil pengukuran frekuensi dan jangkah nada menghasilkan pengetahuan bahwa: (1) Perbedaan sistem nada mirip laras pelog terletak pada karakteristik, rasa, dan nuansa yang dihasilkan; (2) Ada beberapa perangkat gamelan yang rentang nada atau ambitusnya sangat sulit ditirukan oleh suara sopran manusia; dan (3) Pada sepasang gamelan di tiap kota yang sama, memiliki karakteristik, rasa, dan nuansa yang berbeda juga yang diakibatkan oleh adanya perbedaan frekuensi nada dari masing-masing instrumen. Catatan mengenai data musikal ini merupakan arsip penting bagi peneliti dan praktisi di bidang ilmu Etnomusikologi, Karawitan, maupun Musikologi di Nusantara.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

awilaras

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences

Description

Awilaras is a journal that focuses on the study of music and its development, open to various approaches that aim to provide encouragement and become a means of dialogue on issues of music and performing arts. The spectrum of topics includes: 1. Folk/Traditional Music 2. Contemporary Music 3. Music ...