Tradisi Sisingaan dari budaya Sunda di Jawa Barat merupakan kesenian yang berfungsi sebagai hiburan dan media penyampaian nilai moral serta agama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dan makna Sisingaan dalam acara khitanan anak laki-laki Sunda serta bagaimana tradisi ini beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensi budayanya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan pencarian sumber dari database akademik seperti Google Scholar, menggunakan kata kunci "Sisingaan Sunda" dan "Sisingaan dan khitanan". Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sisingaan adalah bagian integral dari acara khitanan, di mana anak yang akan dikhitan diarak dengan tandu berbentuk singa, diiringi musik tradisional Sunda dan tarian. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, keberanian, dan keteguhan iman yang diajarkan dalam Islam. Selain itu, praktik ziarah kubur dalam prosesi ini menunjukkan penghormatan terhadap leluhur, selaras dengan ajaran Islam mengenai pentingnya doa bagi yang telah meninggal. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya mempertahankan tradisi Sisingaan sebagai bagian dari identitas budaya dan keagamaan masyarakat Sunda. Keberlanjutan tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya Sisingaan dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi, serta perlunya adaptasi agar tetap relevan dan bermakna bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2024