Kasus stunting merupakan masalah kronis yang dapat terjadi karena asupan gizi yang tidak terpenuhi dalam jangka waktu yang lama, akibatnya pertumbuhan pada anak terganggu yakni tinggi badan anak tidak sesuai atau lebih pendek dari usia normalnya (kerdil). Kekurangan gizi secara permanen bisa merusak perkembangan kognitif, perkembangan motorik dan intelektual anak dibawah suboptimal. Di Indonesia angka kejadian stunting terbilang tinggi dan di kabupaten Jombang angka kejadian tertinggi di Kecamatan Ngoro. Stunting mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan fisik, rentan terhadap penyakit, dan terhambatnya perkembangan anak. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan anak (kognitif) pada usia 3-5 tahun di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang membandingkan dua kelompok variabel yaitu kelompok anak stunting dan kelompok anak non stunting, jumlah sampel pada masing-masing kelompok sebanyak 30 orang yang diambil secara purposive sampling. Masing- masing kelompok tersebut dinilai kemampuan kognitifnya dengan kuesioner Capute Scales sehingga didapatkan skor yang kemudian dikategorikan sesuai dengan kategori hasil kuesioner. Pada 30 responden yang memiliki status non stunting, terdapat 23 (76,6%) anak dengan kemampuan kognitif normal dan 7 (23,4%) anak dengan kemampuan kognitif suspect. Kemudian, dari 30 responden dengan status gizi tidak baik (stunting) terdapat 9 (30%) anak dengan kemampuan kognitif normal dan 21 (70%) anak dengan kemampuan kognitif suspect. Uji hipotesis yang dilakukan dengan uji Chi Square didapatkan nilai p value = 0,002. Kesimpulan yang diperoleh bahwa terdapat hubungan stunting dengan perkembangan anka (kognitif) pada usia 3-5 tahun di desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang.
Copyrights © 2025