Celah Orofasial merupakan kelainan kongenital yang paling sering dijumpai, dapatmengenai bibir, langit-langit atau keduanya. Kelainan kongenital ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasional untuk mengetahui hubungan usia orang tua dengan celah orofasial, disertai pengamatan pada data penunjang dengan persentase tinggi yang berkaitan dengan kelainan tersebut. Terdapat 104 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. 54,8 % perempuan, 100% berumur 0-1 tahun, 81,7% dengan kelainan celah bibir dan langit-langit, 84,6% mengalami mual dan muntah pada trimester pertama, data penunjang lainnya memperlihatkan pesentase yang rendah. 83,7% usia ibu 20-35 tahun, 72,1% ayah berusia 20-35 tahun. Analisis hubungan kelompok usia ibu dan usia ayah dengan celah orofasial menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil analisis pada semua kelompok usia ibu dan ayah didapatkan tidak signifikan. Koefisien korelasi pada semua kelompok usia ibu antara 0,051 – 0,375 yang artinya kekuatan korelasi usia ibu dengan celah orofasial umumnya lemah. Sebagai simpulan, setiap kelompok usia ibu dan ayah, memiliki risiko yang sama terhadapkejadian celah orofasial dan tidak berhubungan dengan tipe celah. Celah orofasial terbanyak pada kelompok orang tua dengan usia 20-35 tahun, mual dan frekuensi muntah diduga dapat menjadi salah satu penyebab.
Copyrights © 2025