Penggunaan dan eksploitasi sumber daya hutan dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan limbah dan residu, salah satunya adalah serbuk kayu. Salah satu cara memanfaatkan limbah kayu adalah mengubahnya menjadi pelet atau briket (biofuel padat), akan tetapi ketika distribusi ataupun penyimpanan briket akan ada briket yang basah ataupun rusak dikarenakan terkontaminasi air, seperti terkena hujan, banjir atau karena kelembapan udara. Dalam kondisi ekstrim briket mampu menyerap air sebesar 42,28% dengan laju penyerapan 0,2606% per jamnya. Kontaminasi tersebut menyebabkan meningkatnya nilai kadar air dalam briket serta menurunkan nilai kalor yang dihasilkan, untuk menurunkan kadar air yang telah meningkat bisa dengan dilakukan pemanasan. Pemanasan yang optimal untuk menurunkan kadar air adalah pada suhu 100 oC dengan waktu pemanasan 2,5 jam, karena mampu meningkatkan nilai kalor briket dari 4587,91 kal/g menjadi 4633,77 kal/g.
Copyrights © 2025