Mamat Alkatiri adalah salah satu komika yang terus memperjuangkan keadilan dan terus menyampaikan kritik sosial melalui stand up comedy, yang membuat seorang Mamat Alkatiri terlihat beda dengan para komika lain. Mamat tak lupa selalu menyentil atau memberikan kritikan sosial kepada siapapun lewat materi komedinya. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana dengan model yang digunakan oleh peneliti adalah Teun Van A.Dijk. Hasil dari penelitian ini adalah Model Van Dijk dalam konten somasi Mamat Alkatiri terdapat perlakuan yang bernada rasisme dan mengandung relasi kekuasaan. Rasisme dapat diketahui dari tematik, skematik, dan semantik dari stand up Mamat Alkatiri adanya kecenderungan rasisme dan juga deskriminasi msyarakat indonesia kepada masyarakat Papua. Selanjutnya juga terdapat relasi kekuasaan pada konten somasi Mamat Alkatiri yaitu pada elemen sintaksis, Stilistika dan Retorika yaitu ada ketimpangan relasi antara masyarakat Papua dengan masyarkat Indonesia lainya karena masyarakat Papua masih merasa minoritas atau inferior dibandingkan dengan masyarakat Indonesia lainya.
Copyrights © 2024