Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan emosional yang diberikan oleh orang tua berperan dalam membentuk kemandirian mahasiswa, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta dianalisis menggunakan teori Interaksi Simbolik untuk memahami dinamika relasi dan makna yang terbentuk dalam proses komunikasi antara orang tua dan anak. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dengan melibatkan mahasiswa yang memiliki hubungan komunikasi aktif dengan orang tua maupun yang kurang mendapatkan dukungan emosional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional dari orang tua, seperti komunikasi intensif, pemberian semangat, dan rasa percaya terhadap anak, sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap mandiri pada mahasiswa. Mahasiswa yang mendapatkan dukungan emosional cenderung lebih tenang dalam mengambil keputusan dan merasa didukung saat menghadapi tantangan. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan dalam membangun kemandirian tidak hanya bergantung pada dukungan orang tua, tetapi juga ditentukan oleh pola pikir dan keyakinan diri mahasiswa itu sendiri. Sementara itu, bagi mahasiswa yang tidak mendapatkan dukungan emosional dari orang tua, mereka cenderung mencari dukungan dari teman atau saudara, dan tetap berupaya membentuk kemandirian melalui pengalaman pribadi.
Copyrights © 2025