Penelitian ini merancang platform digital berbasis design thinking untuk home industri tenun sutra tradisional di Kabupaten Wajo, dengan fokus pada peningkatan efisiensi pemasaran dan daya tarik bagi generasi muda. Data Dinas Perindustrian Kabupaten Wajo menunjukkan pertumbuhan signifikan industri kecil-menengah (IKM) pertenunan dari 185 unit (2020) menjadi 631 unit (2022), diikuti penurunan drastis 30,2% menjadi 440 unit (2023). Penurunan ini dipicu proses produksi tradisional yang dianggap tidak efisien dan rendahnya minat generasi muda dalam melanjutkan usaha tenun. Melalui lima tahap design thinking (emphaize, define, ideate, prototype, test), dirancang platform marketplace yang mengintegrasikan budaya dengan teknologi. Hasil uji blackbox menunjukkan kestabilan sistem 100%, sementara evaluasi User Experience Questionnaire (UEQ) memperoleh skor "Excellent" pada aspek daya tarik, efisiensi, ketepatan, dan stimulasi, serta "Good" untuk kejelasan dan kebaruan. Hal ini membuktikan platform ini mampu mengoptimalkan operasional bisnis dan meningkatkan minat pengguna dalam melestarikan tenun sutra. Kontribusi penelitian mencakup solusi strategis revitalisasi IKM pertenunan dan kerangka inovasi digital berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025