Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, penanaman modal asing (PMA), pembiayaan syariah, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dengan menggunakan metode Error Correction Model (ECM) dan data time series bulanan periode 2019-2023, penelitian ini menemukan bahwa dalam jangka pendek, hanya PMA yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai probabilitas 0.0506. Sementara itu, inflasi, pembiayaan syariah, dan SBSN tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sebaliknya, dalam jangka panjang, inflasi, pembiayaan syariah, dan PMA memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai R-squared sebesar 0.947190 yang menunjukkan bahwa 94.72% variasi dalam pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh variabel-variabel tersebut. Hasil ini mengindikasikan bahwa inflasi yang terkendali, optimalisasi pembiayaan syariah, dan peningkatan PMA dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Namun, SBSN tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam jangka panjang, yang dapat disebabkan oleh keterlambatan waktu dalam realisasi manfaat proyek infrastruktur yang dibiayai. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan ekonomi, khususnya dalam menjaga stabilitas inflasi, memperluas akses pembiayaan syariah, menarik investasi asing, dan mengevaluasi efektivitas penggunaan SBSN.
Copyrights © 2025