Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penilaian kelayakan risiko kredit, kualitas aset, dan kinerja keuangan berdampak pada reputasi Bank Syariah Indonesia (BSI) selama periode 2022–2024. Penelitian ini didasarkan pada betapa pentingnya reputasi untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap bank syariah di tengah tantangan risiko pembiayaan, kualitas aset, dan kinerja keuangan yang berubah-ubah. Metode kuantitatif asosiatif kausal digunakan untuk mengumpulkan data sekunder dari laporan keuangan triwulanan BSI dan lembaga pemeringkat seperti Infobank dan Warta Ekonomi. Setelah uji asumsi klasik dilakukan, analisis dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan program EViews 10. Kualitas aset adalah satu-satunya variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap reputasi BSI (p-value < 0,05). Namun, penilaian kelayakan risiko kredit dan kinerja keuangan tidak memiliki dampak yang signifikan. Menurut nilai R-squared 0,996, model ini dapat sepenuhnya menjelaskan variasi reputasi bank. Hasilnya menunjukkan bahwa menjaga kualitas aset sangat penting dalam strategi pengelolaan reputasi perbankan syariah.
Copyrights © 2025