konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan metode Altman Z-Score. Penelitian dilakukan terhadap sepuluh perusahaan dengan periode pengamatan tahun 2021–2023 berdasarkan lima rasio keuangan: modal kerja terhadap total aset (X1), laba ditahan terhadap total aset (X2), EBIT terhadap total aset (X3), nilai pasar ekuitas terhadap total kewajiban (X4), dan penjualan terhadap total aset (X5. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2021 terdapat tiga perusahaan dalam kategori sehat, dua berada pada zona abu-abu, dan lima berada dalam kategori berisiko bangkrut. Pada tahun 2022, jumlah perusahaan sehat tetap tiga, namun perusahaan di zona abu-abu menurun menjadi satu dan yang berisiko bangkrut meningkat menjadi enam. Sementara pada tahun 2023, hanya dua perusahaan yang tetap sehat, satu berada dalam zona abu-abu, dan tujuh perusahaan teridentifikasi berisiko mengalami kebangkrutan. Temuan ini menunjukkan adanya tren penurunan kondisi keuangan perusahaan subindustri material konstruksi selama tiga tahun terakhir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen perusahaan dan investor dalam mengambil keputusan strategis terkait stabilitas keuangan.
Copyrights © 2025