Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pemasaran padi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pemasaran tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani (68%) masih mengandalkan tengkulak sebagai saluran pemasaran utama, sedangkan 32% lainnya menjual langsung ke pasar atau konsumen akhir. Sistem pemasaran melalui tengkulak dianggap lebih praktis, namun harga jual yang diterima petani lebih rendah dibandingkan sistem penjualan langsung. Beberapa kendala utama yang memengaruhi efektivitas pemasaran antara lain keterbatasan akses informasi pasar, minimnya modal usaha, dan kurangnya infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, strategi optimalisasi seperti pembentukan koperasi tani, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, serta dukungan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan untuk memperkuat posisi tawar petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025