Ekonomi kerakyatan dicirikan dari keberpihakan terhadap kepentingan rakyat banyak. Mengapa kita harus menerapkan ekonomi kerakyatan, karena di Negara Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah saat ini jumlah rakyatnya yang miskin sebesar mencapai 142,170 juta orang pada pada April 2024 (Badan Pusat Stastistik). Perkebunan kelapa sawit yang terletak di Desa Tajurberas Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah telah menerapkan sistem perekonomian kerakyataan yang di mana bermula dengan ketimpangan tenaga kerja yang sangat kurang dan banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, maka dari itu pemilik perkebunan harus memperkerjakan masyarakat di sekitar kebun untuk membantu pekerjaannya seperti pembabatan hutan, penanaman sawit, pemupuk sawit dan pemanennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktek ekonomi kerakyatan pada perkebunan kelapa sawit di Desa Tajurberas, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta menganalisis kontribusi perkebunan kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat setempat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit berbasis ekonomi kerakyatan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sistem borongan dan keterlibatan masyarakat dalam rantai produksi menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkebunan kelapa sawit dapat menjadi sumber penghidupan yang penting bagi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat
Copyrights © 2025