Cermin Dunia Kedokteran
Vol 47 No 3 (2020): Dermatologi

Kontroversi Persalinan Spontan pada Miopia Tinggi

Ferdy Iskandar (Rumah Sakit Pondok Indah – Puri Indah, Jakarta, Indonesia)
Raymond Surya (Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia)
Ali Sungkar (Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia)
Friska Debby Anggriany (Rumah Sakit Santo Yusup, Bandung, Jawa Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2020

Abstract

Gangguan refraksi khususnya miopia tinggi pada wanita hamil sering dikaitkan dengan kejadian ablasio retina pasca-persalinan, sehingga persalinan per abdominam atau bantuan instrumen cenderung direkomendasikan pada wanita hamil dengan miopia tinggi. Padahal, indikasi persalinan per abdominam pada miopia tinggi adalah adanya neovaskularisasi koroid dan subretinal (dengan bintik Fuchs). Hingga saat ini belum didapatkan bukti bahwa miopia tinggi dan riwayat operasi retina sebelumnya meningkatkan risiko ablasio retina saat persalinan per vaginam. Refractive disorders, especially high myopia in pregnant women are often associated with postpartum retinal detachment, thus there is a tendency to recommend cesarean section or instrument-assisted labor in pregnant women with high myopia. In fact, the indications for cesarean section in patients with high myopia are choroidal and subretinal neovascularization (with Fuchs spots). There is no evidence of increased risk of retinal detachment during vaginal delivery in high myopia and previous history of retinal surgery

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

cdk

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Cermin Dunia Kedokteran (CDK) is a Medical Journal published since 1974 and affiliated with PT Kalbe Farma Tbk. CDK is intended to help accommodate scientific publications and help increase and disseminate knowledge related to the development of medical science, pharmacy, and public health. CDK ...