Cermin Dunia Kedokteran
Vol 45 No 6 (2018): Interna

Kadar Vitamin D [25(OH)D] Serum Pasien Tuberkulosis Tulang Belakang dan Tuberkulosis Paru di Bandung, Indonesia: Studi Epidemiologi

Ahmad Ramdan (Dokter Spesialis Orthopaedi-Traumatologi, konsultan tulang belakang, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia)
Yoyos Dias Ismiarto (Dokter Spesialis Orthopaedi-Traumatologi, konsultan orthopedi pediatrik, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia)
Fajar Yulianto KR (Residen Orthopedi Departemen/SMF Orthopaedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia)
Rifki Albana (Residen Orthopedi Departemen/SMF Orthopaedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2018

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang dapat juga menyerang organ ekstra-paru. Kerentanan terhadap infeksi TB meningkat seiring dengan rendahnya kadar vitamin D [25(OH)D]. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar 25(OH)D pada populasi pasien TB di sekitar wilayah Bandung. Metode: Penelitian potong lintang yang dilakukan pada Mei 2016 hingga Juni 2017 di Poliklinik MCU, Poliklinik Paru, dan Poliklinik Orthopaedi Tulang Belakang RSUP Hasan Sadikin Bandung. Tiga kelompok sampel, yaitu TB paru, TB tulang belakang, dan kontrol, dan masing-masing 53 orang. Seluruh sampel menjalani pemeriksaan kadar 25(OH)D melalui darah vena. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna kadar 25(OH)D serum antara kelompok kontrol dan TB tulang belakang, serta antara kelompok kontrol dan TB paru (p <0,01), sedangkan antara kelompok TB tulang belakang dan TB paru tidak terdapat perbedaan bermakna (p >0,05). Simpulan: Pada penelitian ini pasien tuberkulosis tulang belakang dan tuberkulosis paru mempunyai kadar 25(OH)D serum lebih rendah dibandingkan kontrol.   Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that may spread to extra-pulmonary sites. Susceptibility to TB infection is higher in individuals with vitamin D [25(OH)D] deficiency. This study measured serum vitamin D [25(OH)D] among TB patients in Bandung. Method: A cross-sectional study conducted from May 2016 to June 2017 in Dr. Hasan Sadikin General Hospital. Samples were collected from MCU clinics, Lung clinic, and Spine–orthopaedic clinic in Dr. Hasan Sadikin General Hospital. There were 3 groups: pulmonary TB, spinal TB, and control group. Each group consisted of 53 samples. The serum vitamin D [25(OH)D] concentration was assessed in each sample from venous blood. Results: The serum vitamin D concentration was significantly different between control and spinal TB groups, and between control and pulmonary TB groups (p <0.01). No significant difference of serum vitamin D concentration between spinal TB and pulmonary TB groups (p >0.05). Spinal TB and pulmonary TB patients had lower serum vitamin D [25(OH)D] concentration compared to controls in Bandung.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

cdk

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Cermin Dunia Kedokteran (CDK) is a Medical Journal published since 1974 and affiliated with PT Kalbe Farma Tbk. CDK is intended to help accommodate scientific publications and help increase and disseminate knowledge related to the development of medical science, pharmacy, and public health. CDK ...