Cermin Dunia Kedokteran
Vol 45 No 5 (2018): Nutrisi

Injeksi Botulinum untuk Tatalaksana Overactive Bladder

Daniel Mahendra Krisna (Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Indonesia)
Akhada Maulana (Departemen Urologi, Universitas Mataram, Mataram, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 May 2018

Abstract

Overactive bladder (OAB) adalah kelainan yang berkaitan dengan gangguan berkemih, baik disertai inkontinensia maupun tidak, dibuktikan dengan tidak adanya infeksi atau kelainan patologis yang mendasari. OAB dapat mengenai semua usia dan sangat mengganggu kualitas hidup. Tatalaksana OAB meliputi terapi perilaku dan medikamentosa sebagai lini pertama, tetapi ketidakpatuhan dan efek samping sering menyebabkan kegagalan. Injeksi botulinum menghambat pelepasan neurotransmiter, sehingga dapat menurunkan kontraksi otot polos, dan dapat dipertimbangkan sebagai tatalaksana lini pertama.   Overactive bladder (OAB) is a urinary urgency, with or without urinary incontinence, without proven infection or other obvious pathology. OAB affects Ruality of life. The first-line treatment consists of combination of behavioural therapy and drugs, but failure is high due to side effects and noncompliance. Botulinum injection is an optional therapy that should be considered as a first line therapy. Its mechanism is to inhibit neurotransmitter release to reduce smooth muscle contractility.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

cdk

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Cermin Dunia Kedokteran (CDK) is a Medical Journal published since 1974 and affiliated with PT Kalbe Farma Tbk. CDK is intended to help accommodate scientific publications and help increase and disseminate knowledge related to the development of medical science, pharmacy, and public health. CDK ...