Cermin Dunia Kedokteran
Vol 45 No 4 (2018): Neurologi

Sindrom Stevens-Johnson Diduga Akibat Fenitoin

Aurelia Stephanie (Rumah Sakit Otorita Batam, Sekupang, Batam, Indonesia)
Eny Susilowati (Rumah Sakit Otorita Batam, Sekupang, Batam, Indonesia)



Article Info

Publish Date
02 Apr 2018

Abstract

Pendahuluan: Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) merupakan bagian dari nekrolisis epidermis (NE), yaitu sindrom reaksi mukokutan akut yang ditandai dengan nekrosis dan pengelupasan epidermis yang luas. Dilaporkan seorang perempuan, usia 21 tahun, datang ke UGD rumah sakit dengan keluhan demam dan timbul ruam-ruam merah yang kemudian berisi air sejak 3 hari. Setelah konsumsi fenitoin, timbul bercak merah disertai gatal di daerah paha, tungkai, dan punggung. Dua hari kemudian bercak merah tersebut mulai berisi cairan berdinding kendur dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada hari ke-9 perawatan, pasien mengalami perbaikan klinis dan boleh pulang.   Introduction: Stevens - Johnson syndrome (SJS) is a type of epidermal necrolysis (NE), a syndrome of acute mucocutaneus reaction recognized by widespread necrosis and epidermal lysis. A case of 21 year-old female, presented in emergency with fever and reddish rash followed by vesicles since 3 days. After phenytoin consumption, reddish spots with urticaria were observed in thigh, legs and back. Two days later, they were followed with vesicles spreading to whole body. Clinical improvement was observed after 9 days, and the patient was discharged.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

cdk

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Cermin Dunia Kedokteran (CDK) is a Medical Journal published since 1974 and affiliated with PT Kalbe Farma Tbk. CDK is intended to help accommodate scientific publications and help increase and disseminate knowledge related to the development of medical science, pharmacy, and public health. CDK ...