Asfiksia pada bayi terjadi karena terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan oksigen dari ibu ke janin. Studi kasus bertujuan mendeskripsikan proses asuhan keperawatan pada asfiksia. Metode: Studi kasus ini berfokus pada penerapan terapi oksigen dan pijat bayi pada pasien asfiksia di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang, perumusan diagnosa menggunakan 3S (SDKI, SLKI, SIKI) sebagai acuan dalam menentukan intervensi. Implementasi dan evaluasi menggambarkan suatu keberhasilan pemberian asuhan keperawatan pada asfiksia selama 3x24 jam. Hasil: pemberian terapi oksigen dan pijat bayi memberikan suatu perubahan yang sangat signifikan dalam keberhasilan penyembuhan pasien asfiksia. Kesimpulan: Terapi oksigen berpengaruh besar dalam pemenuhan kadar osigen dalam tubuh pasien asfiksia. Sedangkan pijat bayi yang diberikan pada kedua pasien memberikan ransangan untuk tubuh pasien lebih rileks dan mampu meningkatkan stimulus dalam tubuh pasien.
Copyrights © 2024