Kajian ini bertujuan untuk menelusuri berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaan supervisi pendidikan di SDN 101815 Sidodadi. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap empat tantangan utama dalam pelaksanaan supervisi, yaitu keterbatasan kompetensi kepala sekolah dalam menjalankan peran sebagai supervisor, kurangnya fasilitas pendukung, terbatasnya alokasi waktu, serta rendahnya keterlibatan guru dalam menindaklanjuti hasil supervisi. Pelaksanaan supervisi di sekolah ini masih bersifat seremonial dan belum sepenuhnya mendorong pengembangan profesional yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, dibutuhkan pelatihan lanjutan bagi kepala sekolah, penyediaan sarana penunjang supervisi yang memadai, serta penerapan pendekatan yang lebih partisipatif dan humanistik guna meningkatkan efektivitas supervisi pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam merumuskan strategi peningkatan mutu supervisi pendidikan di tingkat sekolah dasar
Copyrights © 2025