Kemajuan teknologi, terutama dalam bentuk internet, media sosial, dan e-commerce telah membawa perubahan besar terhadap gaya hidup masyarakat khususnya generasi Z. Generasi Z tumbuh di tengah arus digital dan budaya kapitalistik yang kuat, sehingga lebih rentan terhadap gaya hidup konsumtif dan fenomena Fear of Missing Out (FoMO). Tren yang tersebar di media sosial membentuk standar konsumsi yang mengutamakan produk asing karena dianggap lebih bergengsi, berkualitas, dan terjangkau. Akibatnya, produk lokal menjadi kurang diminati dan tergeser dari e-commerce. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran nilai yang berpotensi melemahkan rasa nasionalisme generasi muda. Jika dibiarkan, dominasi budaya dan produk luar negeri dalam kehidupan sehari-hari dapat mengaburkan identitas kebangsaan. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat posisi produk lokal di ranah digital serta membangun kembali kesadaran nasionalisme melalui edukasi dan pengelolaan media sosial yang lebih bijak.
Copyrights © 2025