Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa dampak signifikan dalam dunia seni visual, khususnya ilustrasi digital. Di tengah kemudahan dan kecepatan produksi karya visual oleh AI, muncul kekhawatiran terkait hilangnya sentuhan manusia dan tergerusnya identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penolakan terhadap penggunaan AI dalam ilustrasi melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan web scraping dari media sosial X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki kecenderungan sentimen negatif terhadap ilustrasi AI, terutama ketika ilustrasi tersebut dianggap mengabaikan orisinalitas, nasionalisme, dan keberpihakan terhadap ilustrator lokal. Penting untuk mempertahankan makna ilustrasi sebagai representasi identitas budaya bangsa. Dengan demikian, penolakan terhadap AI yang merugikan ilustrator AI adalah wujud cinta tanah air sebagai upaya menjaga martabat dan kreativitas bangsa.
Copyrights © 2025