Penurunan kepercayaan publik terhadap lembaga negara setelah Pemilu 2024 menjadi isu sentral yang mengancam keberlangsungan demokrasi dan integrasi sosial di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep bela negara dan penguatan solidaritas sosial dapat berkontribusi dalam merespons krisis kepercayaan publik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap jurnal ilmiah, laporan survei, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bela negara tidak hanya sebatas loyalitas terhadap simbol negara, tetapi juga mencakup peran aktif warga dalam menjaga keutuhan demokrasi melalui keterlibatan politik dan pembentukan karakter kebangsaan. Sementara itu, solidaritas sosial dipandang sebagai prasyarat bagi ketahanan masyarakat dalam menghadapi polarisasi politik yang mengancam kohesi nasional. Kombinasi keduanya, bila dijalankan secara berkelanjutan, akan memperkuat integritas institusi negara sekaligus membangun fondasi masyarakat yang inklusif dan tahan terhadap konflik. Dengan demikian, strategi bela negara dan penguatan solidaritas sosial bukan sekadar slogan, tetapi menjadi kebutuhan nyata dalam memperkuat kepercayaan publik pada era pemerintahan baru.
Copyrights © 2025