Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa Universitas Gadjah Mada terhadap moderasi beragama serta tantangan yang mereka hadapi dalam praktik toleransi di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner digital kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki sikap positif terhadap moderasi beragama dan merasa lingkungan kampus mendukung nilai-nilai toleransi antaragama. Meskipun demikian, media sosial sebagai ruang interaksi digital menunjukkan ambivalensi; di satu sisi memperkuat pemahaman tentang toleransi, namun di sisi lain kerap menjadi sumber ujaran kebencian dan polarisasi keagamaan. Sebagian besar responden menunjukkan kemampuan dalam menyikapi konten keagamaan secara bijak, namun keterlibatan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi masih terbatas. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan dukungan institusi pendidikan dalam membentuk karakter mahasiswa yang toleran dan moderat di tengah tantangan era digital.
Copyrights © 2025