Ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan keluarga merupakan dua aspek krusial dalam pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Optimalisasi lahan pekarangan menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung kedua aspek tersebut. Artikel ini mengulas pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang (SL) yang diinisiasi oleh mahasiswa magang Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP), yang dilaksanakan di Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini melibatkan anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kembang Pilang dan berfokus pada budidaya tanaman kacang panjang dan timun di lahan pekarangan. Selama delapan kali pertemuan, peserta mendapatkan pembelajaran berbasis pengalaman langsung melalui pengamatan tanaman dan penyampaian materi tematik sesuai fase pertumbuhan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya sayuran, serta potensi kontribusi terhadap ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Jurnal ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai tahapan pelaksanaan sekolah lapang, materi yang disampaikan, hasil yang dicapai, serta dampak nyata dari optimalisasi lahan pekarangan
Copyrights © 2025