Penelitian ini bermula dari pentingnya Pembelajaran PKN di SD dalam menanamkan nilai karakter melalui pengelolaan perilaku siswa, serta terdapat kesenjangan antara pemahaman teori behaviorisme dan praktik di lapangan. Tujuan penelitian adalah mengukur tingkat pemahaman guru tentang cara memberi hadiah, hukuman ringan, latihan berulang, dan penguatan bertahap; menggambarkan frekuensi penerapannya; serta mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui angket daring kepada guru kelas PKN, dengan instrumen berisi pertanyaan tertutup tentang pengetahuan dasar, frekuensi penggunaan teknik, dan tingkat hambatan pada delapan faktor. Data dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi persentase dan rata‑rata skor. Hasil menunjukkan bahwa guru umumnya mengenali konsep dasar namun pemahaman mendalam masih pada level cukup; frekuensi penerapan teknik reinforcement positif (hadiah, latihan berulang, penguatan bertahap, feedback) tergolong tinggi, sementara penguatan negatif lebih moderat, hambatan dominan meliputi variasi motivasi siswa, beban penyusunan RPP, dan keterbatasan sarana. Temuan ini menegaskan perlunya pendalaman pelatihan, penyediaan panduan RPP yang ringkas, dan strategi diferensiasi reinforcement agar implementasi teknik behavioristik di Pembelajaran PKN menjadi lebih efektif dan kontekstual.
Copyrights © 2025