Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tuntutan pekerjaan (job demand) dengan kesejahteraan di tempat kerja (workplace well-being) serta dampaknya terhadap kinerja karyawan pada perusahaan manufaktur di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 karyawa. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan di tempat kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan (p < 0,05), sedangkan tuntutan pekerjaan tidak memberikan dampak signifikan secara langsung. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya manajemen dalam menyeimbangkan tuntutan beban kerja dan meningkatkan kesejahteraan karyawan guna mendukung kinerja optimal di industri manufaktur.
Copyrights © 2025