Penyandang disabilitas di Indonesia terus memperjuangkan inklusivitas dan non-diskriminasi dalam beraktivitas sosial. Stigma negatif kepada para penyandang disabilitas karena kekurangan serta keterbatasan yang mereka miliki membuat aktivitas di dunia kerja pun terbatasi. Namun, ruang kerja inklusi yang memberikan partisipasi sosial penyandang disabilitas terbuka di beberapa tempat karena kegigihan rumah belajar difabel yang membekali anggotanya dengan soft skill dan hard skill. Salah satunya Roemah Difabel Semarang yang memberikan sarana belajar bagi penyandang disabilitas untuk mandiri. Penelitian ini menggambarkan fenomena partisipasi penyandang disabilitas yang mampu beradaptasi di lingkungan kerja inklusi. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teori partisipasi sosial. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan wawancara pada penyandang disabilitas dari Roemah Difabel yang bekerja sebagai sumber data primer. Sementara, untuk sumber data sekunder, peneliti menggunakan dokumentasi dan referensi jurnal. Hasil penelitian menunjukkan jika terjadi partisipasi sosial yang dilakukan oleh penyandang disabilitas dari Roemah Difabel di lingkungan bekerja yang inklusi.
Copyrights © 2025