Kepuasan pelanggan dalam sektor jasa sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan, yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan kerja dan motivasi kerja karyawan. Namun, hubungan langsung antara variabel-variabel tersebut terhadap kepuasan pelanggan masih belum banyak diteliti secara simultan dalam konteks ritel lokal. Mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan, di Toko XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif asosiatif. Sampel terdiri dari 70 pelanggan Toko XYZ yang telah berinteraksi langsung dengan karyawan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan uji signifikansi (t dan F), serta koefisien determinasi. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (p < 0,05), sementara motivasi kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p > 0,05). Secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (p = 0,059). Nilai R² sebesar 0,081 menunjukkan bahwa hanya 8,1% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh model. Lingkungan kerja fisik yang mendukung, seperti pencahayaan dan keamanan, memiliki dampak langsung terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan motivasi kerja perlu disalurkan melalui sistem pelayanan agar pengaruhnya dirasakan oleh pelanggan. Lingkungan kerja menjadi faktor internal yang berperan penting dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Sementara itu, motivasi kerja memerlukan perantara berupa perilaku pelayanan nyata agar dapat berdampak langsung terhadap persepsi pelanggan.
Copyrights © 2025