Belt conveyor pada industri pertambangan batubara di Kalimantan sering mengalami kerusakan berupa sobek dan berlubang, yang mengganggu efisiensi operasional. Proses perbaikan dengan metode hot splicing terkadang menghasilkan sambungan yang kurang optimal akibat ketidakstabilan suhu heater. Penelitian ini merancang dan membangun sistem monitoring dan kontrol suhu heater berbasis Bluetooth menggunakan ESP32 dan sensor thermocouple type K dengan MAX6675. Sistem ini memungkinkan operator memantau dan mengontrol suhu dari jarak aman melalui smartphone, sehingga menjaga kualitas hasil tambalan. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sensor sesuai spesifikasi datasheet dan peningkatan kualitas tambalan dengan nilai kekerasan mencapai ≥ 60 Shore. Inovasi ini juga meningkatkan aspek keselamatan kerja selama proses vulkanisasi.
Copyrights © 2025