Penelitian ini membahas tentang konversi biomassa menjadi energi menggunakan teknologi gasifier tipe downdraft, yang dikenal efisien dalam menghasilkan gas sintetis (syngas) sebagai sumber energi. Gasifier ini beroperasi dengan membakar biomassa dalam kondisi oksigen yang terbatas, sehingga aliran gas yang dihasilkan bergerak ke bawah, meningkatkan efisiensi konversi dan mengurangi emisi. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah tingginya kandungan tar dalam syngas yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memperbaiki desain reaktor gasifier agar distribusi bahan bakar lebih merata. Pelet kayu dipilih sebagai bahan bakar utama karena memiliki kelembaban yang rendah, sehingga meningkatkan nilai kalor dan efisiensi pembakaran. Penelitian dilakukan di Laboratorium Proses Produksi dan Laboratorium Konversi Energi Universitas Widyagama Malang, dengan berbagai variasi masukan udara (2:6 m/s, 4:4 m/s, dan 6:2 m/s) untuk mengoptimalkan produksi syngas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi masukan udara 4:4 m/s memberikan hasil terbaik dengan kandungan hidrogen (H2) tertinggi sebesar 80-90 PPM, metana (CH4) terendah sebesar 60-70 PPM, dan karbon monoksida (CO) sebesar 60-70 PPM. Variasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas syngas, karena kandungan H2 yang tinggi dan CH4 yang rendah berkontribusi pada nilai kalor yang lebih tinggi serta dampak lingkungan yang lebih baik. Penelitian ini menegaskan bahwa pengaturan masukan udara yang tepat sangat penting untuk meningkatkan efisiensi produksi syngas dan mengurangi emisi berbahaya.
Copyrights © 2025