Meningkatnya penekanan global pada keberlanjutan telah mendorong sektor manufaktur untuk mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan, terutama dalam rantai pasokan. Di Indonesia, industri manufaktur otomotif berkembang pesat, namun penelitian empiris tentang pendorong utama untuk menerapkan manajemen rantai pasokan berkelanjutan (SSCM) masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis enabler penting yang memfasilitasi praktik SSCM di sektor manufaktur otomotif Indonesia. Penelitian ini mengadopsi metodologi Total Interpretive Structural Modeling (TISM), dilengkapi dengan analisis MICMAC, untuk menyusun keterkaitan di antara enabler yang diidentifikasi dan mengklasifikasikannya berdasarkan kekuatan penggerak dan ketergantungan mereka. Sepuluh enabler diidentifikasi dari literatur dan masukan ahli, termasuk komitmen manajemen puncak, peraturan pemerintah, kesadaran lingkungan, dan inovasi teknologi. Model TISM mengungkapkan struktur hierarkis di mana komitmen manajemen puncak dan peraturan pemerintah adalah pendukung dasar yang memengaruhi orang lain. Analisis MICMAC mengklasifikasikan enabler ini ke dalam empat kluster, menyoroti pentingnya strategis mereka dalam pembuatan kebijakan dan perencanaan implementasi. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi dan pembuat kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan dalam rantai pasokan otomotif. Dengan berfokus pada konteks industri Indonesia, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lokal tentang SSCM dan memberikan kerangka kerja praktis bagi negara-negara berkembang yang bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan tujuan keberlanjutan.
Copyrights © 2025