Penelitian ini berfokus pada upaya memahami bagaimana faktor-faktor seperti kepemimpinan, pelatihan, dan kompetensi karyawan memengaruhi tingkat kedisiplinan kerja serta dampaknya terhadap kinerja pegawai di lingkungan pemerintahan, khususnya pada DPMPTSP Kabupaten Lumajang. Melalui pendekatan deskriptif-kuantitatif, penelitian ini melibatkan 42 responden dan menggunakan instrumen survei serta wawancara untuk menggali data empiris. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelatihan dan kompetensi karyawan berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan kinerja pegawai. Sebaliknya, gaya kepemimpinan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kedisiplinan maupun performa kerja. Selain itu, disiplin kerja terbukti berperan sebagai penghubung yang penting antara kompetensi dan pelatihan terhadap pencapaian kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan strategi pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik, terutama melalui pelatihan yang terarah dan peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan tugas dan tanggung jawab pegawai.
Copyrights © 2025