Inklusi Journal of Disability Studies
Vol. 4 No. 1 (2017)

Kesejahteraan Sosial Tunagrahita di Ponorogo

Lutfia Andriana (UIN Sunan Kalijaga)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2017

Abstract

The research of this paper was carried out in Dusun Tanggungrejo, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, a village that seeks to empower their fellow villagers who are down syndrome. The paper answers the question of does the empowerment by the village help the disabled reach their wellbeing. In answering that question, this article uses James Midgley concept of three wellbeing indicators, including the ability to manage social problems; fulfilment of their need; and the potential of the social opportunity. The result of this paper is presented qualitatively to describe the social wellbeing and social activity of persons with down-syndrome. The data was collected through observation, interview, and documentation. The result of this research shows that those with mild and modest syndrome reach the wellbeing. While those who have a severe syndrome, fail to derive their welfare.[Penelitian ini dilakukan di Dusun Tanggungrejo, Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, sebuah dusun yang puluhan warganya adalah tunagrahita dan mendapatkan beberapa pelatihan, bantuan, dan pemberdayaan yang diberikan masyarakat untuk warga tunagrahita. Penlitian ini menjawab pertanyaan apakah upaya warga tersebut dapat menyejahterakan para tunagrahita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan teori James Midgley tentang tiga ukuran kesejahteraan sosial yang meliputi: kemampuan mengelola masalah sosial dengan baik, kebutuhan tercukupi, dan terbukanya peluang sosial di masyarakat. Penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis peristiwa, kondisi kesejahteraan sosial, dan aktivitas sosial warga tunagrahita. Data digali dengan metode observasi,  wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menyimpulkan bahwa mayoritas warga tunagrahita berkategori ringan dan sedang sudah dapat dikatakan sejahtera. Sementara warga tunagrahita kategori berat tidak mencapai sejahtera.]

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

inklusi

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with ...