The dynamic state of democracy and the challenges of election administration place the General Election Supervisory Agency (Bawaslu) as a key institution in safeguarding democratic integrity in Indonesia. This study employs a qualitative-descriptive approach using literature review and document analysis to examine Bawaslu's role in the context of international engagement, particularly through its involvement in the Global Network on Electoral Justice (GNEJ). The findings reveal that Bawaslu’s active participation in GNEJ especially its election as President of GNEJ for the 2022–2023 period, following its previous role as Regional Vice President for Asia has significantly strengthened Indonesia’s institutional diplomacy on a global scale. This leadership position has enabled Bawaslu to promote Indonesia’s electoral justice system and foster cross-national collaboration toward fair and inclusive electoral justice. The successful organization of the 5th Plenary Assembly of GNEJ stands as a strategic milestone reflecting Bawaslu’s commitment to regional and global democratic advancement. The study concludes that Bawaslu’s presidency in GNEJ not only enhances the institution’s international image but also creates avenues for inter-state cooperation in building more effective and just electoral oversight systems. Collaboration and the spirit of mutual support serve as essential foundations in addressing the complexities of electoral issues and in strengthening human resource capacities. Bawaslu RI demonstrates that a state institution can play a constructive diplomatic role in advancing shared democratic objectives at the global level. Kondisi demokrasi yang dinamis dan tantangan dalam penyelenggaraan pemilu menempatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga yang strategis dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan dan dokumentasi untuk menganalisis peran Bawaslu dalam konteks hubungan internasional, khususnya dalam jaringan Global Network on Electoral Justice (GNEJ). Temuan utama menunjukkan bahwa keikutsertaan aktif Bawaslu dalam GNEJ, terutama saat dipercaya menjadi Presiden GNEJ periode 2022–2023 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Regional Asia, memperkuat posisi diplomasi kelembagaan Indonesia di ranah global. Momentum tersebut dimanfaatkan Bawaslu untuk mempromosikan sistem peradilan pemilu Indonesia dan mendorong kolaborasi lintas negara dalam memperjuangkan keadilan pemilu yang inklusif dan adil. Penyelenggaraan 5th Plenary Assembly GNEJ menjadi salah satu capaian strategis yang menunjukkan komitmen Bawaslu terhadap penguatan demokrasi regional dan global. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa posisi Bawaslu sebagai Presiden GNEJ tidak hanya meningkatkan citra kelembagaan di tingkat internasional, tetapi juga membuka ruang diplomasi antarnegara dalam membangun sistem pengawasan dan peradilan pemilu yang lebih efektif. Kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam menghadapi kompleksitas kepemiluan dan tantangan peningkatan kapasitas SDM. Bawaslu RI menunjukkan bahwa lembaga negara dapat berperan aktif sebagai instrumen diplomasi demokrasi yang konstruktif di tingkat global.
Copyrights © 2025