Penelitian ini membandingkan metode ARIMAX dan Fuzzy Time Series Multi Factor dalam meramalkan nilai tukar USD untuk mendukung pencapaian SDG 8. Data yang digunakan mencakup nilai tukar USD, inflasi, dan ekspor migas Indonesia selama periode 2019–2024, dengan enam variasi panjang data pelatihan. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ARIMAX With Dummy menghasilkan akurasi terbaik dengan nilai MAPE terendah sebesar 2,32% pada rasio data latih dan uji 60:9. Model ini juga menunjukkan pengaruh signifikan dari panjang data terhadap akurasi prediksi. Hasil menunjukkan bahwa model ini paling optimal dan signifikan dalam meningkatkan akurasi peramalan indikator ekonomi.
Copyrights © 2025