Permasalahan sampah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Banyumas,menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian dan solusi inovatif.Penelitian ini bertujuan untuk merancang virtual influencer sebagai mediapengenalan gaya hidup zero waste di kalangan anak muda Banyumas. Denganmemanfaatkan platform Instagram, virtual influencer ini diharapkan dapatmenyampaikan prinsip zero waste melalui pendekatan 5R (Refuse, Reduce, Reuse,Recycle, dan Rot) secara efektif dan menarik. Dalam perancangan ini, metodepenelitian kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studipustaka. Analisis SWOT diterapkan untuk memahami potensi dan tantangan daripenerapan virtual influencer dalam kampanye ini. Visual karakter dirancang dengangaya semi-realistis, menggabungkan unsur budaya lokal Banyumas agar lebih relevandengan audiens. Diharapkan, keberadaan virtual influencer ini dapat meningkatkankesadaran generasi muda akan pentingnya pengelolaan sampah dan mendorongmereka untuk menerapkan gaya hidup zero waste dalam keseharian. Denganmemanfaatkan teknologi dan media sosial, solusi ini menawarkan cara inovatif dalammembangun kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Virtual Influencer, Gaya Hidup Zero Waste, Banyumas, DesainKomunikasi Visual, 5R
Copyrights © 2025