Bullying merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian global. Bullying dapat menjadi hambatan dalam mencapai tujuan SDG’s terkait memberikan perlindungan kepada seluruh anak dan remaja secara adil tanpa memandang jenis kelamin dan ras. UNESCO menegaskan bawah bullying sebagai kasus utama di dunia membutuhkan intervensi khusus serta kolaborasi dari berbagai elemen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat korban bullying dengan kejadian bullying. Penelitian menngunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 106 siswa di SMP Negeri 1 Turi dan SMP Negeri 5 Lamongan di Kabupaten Lamongan dengan teknik purposisve sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan berisi pertanyaan untuk mengumpulkan data tentang pengalaman bullying dan kejadian bullying. uji statistic menggunakan spearman dengan derjat kepercayaan 95%. Terdapat hubungan signifikan antara riwayaat Bullying dengan kejadian bullying pada remaja. Remaja yang memiliki pengalaman menjadi korban bullying di masa lalu beresiko tinggi menjadi pelaku bullying. Pencegahan bullying memerlukan deteksi dini dalam mengidentifikasi kemungkinan remaja menjadi pelaku bullying dan memberikan dukungan kepada korban bullying sejak dini sedangkan Kerjasama antara pihak orang tua, sekolah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi tindakan bullying.
Copyrights © 2025