Pengiriman kontainer dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei ke Pelabuhan Belawan merupakan bagian penting dalam sistem logistik nasional. Pemilihan moda transportasi yang efisien berpengaruh besar terhadap biaya operasional dan dampak lingkungan, khususnya emisi karbon. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi antara moda transportasi kereta api dan truk berdasarkan konsumsi bahan bakar, biaya, dan emisi karbon. Data historis pengiriman kontainer dari PT Sei Mangkei Nusantara Tiga dianalisis menggunakan metode bahasa pemrograman R dengan bantuan pustaka tidyverse, sementara visualisasi data dilakukan melalui Tableau. Data tambahan mengenai konsumsi bahan bakar dan emisi karbon diperoleh dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengiriman kontainer menggunakan kereta api lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan truk. Untuk pengangkutan 24 kontainer sejauh 136–137 km, kereta api mengonsumsi 340–476 liter BBM, sedangkan truk membutuhkan 657,6–1.084,8 liter. Dari sisi biaya, kereta api memerlukan Rp2,3–3,2 juta, sementara truk mencapai Rp4,4–7,3 juta. Emisi karbon dari kereta api tercatat sebesar 476–671,2 kg CO₂, sedangkan truk menghasilkan 920,64–1.529,56 kg CO₂. Artinya, truk menghasilkan hampir dua kali lipat emisi dibandingkan kereta api. Selain itu, penggunaan kereta api juga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas akibat berkurangnya jumlah kendaraan berat di jalan. Temuan ini merekomendasikan penggunaan kereta api sebagai moda transportasi logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2025