Persediaan bahan baku merupakan salah satu aspek krusial dalam kegiatan produksi suatu usaha. Manajemen persediaan yang tidak efisien dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan bahan baku, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi serta efisiensi biaya operasional. Kesalahan dalam menentukan jumlah pemesanan dan waktu pemesanan dapat mengakibatkan stok berlebih yang meningkatkan biaya penyimpanan atau stok yang terlalu sedikit sehingga dapat menghambat produksi dan menyebabkan kehilangan peluang penjualan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengelolaan persediaan yang optimal untuk menekan biaya penyimpanan, menghindari kekurangan stok, dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian bahan baku utama produksi bubuk kopi dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada Usaha Bubuk Kopi Rumah Gadang, sebuah industri pengolahan bubuk kopi yang berlokasi di Batusangkar, Sumatera Barat. Metode EOQ digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal guna meminimalkan total biaya persediaan, yang terdiri dari biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya safety stock dalam menjaga ketersediaan bahan baku guna mengantisipasi fluktuasi permintaan pasar dan keterlambatan pengiriman dari pemasok.
Copyrights © 2025