Balita tergolong kelompok yang sangat rentan dari segi ketahanan fisik dibandingkan dengan usia golongan dewasa, salah satu penyebabnya yaitu status gizi. Status gizi merupakan tanda atau manifestasi kondisi kesehatan seseorang yang disebabkan oleh keseimbangan antara asupan dan pemanfaatan makanan. Status gizi mencerminkan kondisi kesehatan dari seseorang yang dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan dan pemanfaatan makanan. Status gizi dibedakan menjadi empat kategori yaitu gizi normal atau baik, gizi kurang, gizi lebih, dan gizi buruk. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada balita antara lain pola asuh makan dan riwayat infeksi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh makan dan riwayat infeksi penyakit dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 115 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan yaitu Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan pola asuh makan (p-value=0,042) dan tidak terdapat hubungan riwayat infeksi penyakit (p-value=0,421) dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Ibu balita diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pola asuh makan pada balita, serta pemberian makanan dengan jenis yang beragam, frekuensi dan porsi sesuai usia anak untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan sehari-hari. Dengan pemberian edukasi diharapkan ibu balita dapat memahami betapa pentingnya pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan balita.
Copyrights © 2025