Penggunaan pestisida dalam pertanian masih menjadi penyebab utama risiko kesehatan bagi petani. Masih sering dijumpai kasus keracunan pestisida yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan perilaku penggunaan yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian keracunan pestisida pada petani di Desa Baliloku, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 79 petani yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,030), dan cara penggunaan pestisida (p=0,001) dengan kejadian keracunan pestisida. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tindakan setelah penyemprotan (p=0,496) dan waktu penyemprotan (p=0,356) dengan kejadian keracunan. Mayoritas petani masih menggunakan pestisida dengan cara yang berisiko (81,01%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan, sikap, dan cara penggunaan pestisida memengaruhi peningkatan risiko keracunan pestisida pada petani, sementara tindakan setelah penyemprotan dan waktu penyemprotan tidak berpengaruh secara signifikan.
Copyrights © 2025