Stres kerja merupakan respon psikologis terhadap kewajiban kerja yang melampaui kemampuan seseorang. Sekolah Luar Biasa (SLB) formal mendidik anak berkebutuhan khusus. Guru SLB harus memahami karakteristik fisik, intelektual, perilaku, emosi, dan sosial setiap anak untuk memberikan penanganan khusus, yang membuat mereka bekerja lebih keras daripada guru sekolah umum. Penelitian ini mengkaji pengaruh kelelahan kerja, motivasi, dan stres kerja terhadap guru SLB di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 203 orang guru di 14 SLB dan menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan berusia 36–45 tahun dan telah bekerja lebih dari 10 tahun. Sebagian besar responden memiliki kategori kelelahan kerja rendah (68,0%), motivasi cukup (76,8%), dan stres sedang (61,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kelelahan kerja dan stres berhubungan (p=0,027). Motivasi kerja dan stres juga berhubungan (p=0,003). Penelitian ini menemukan bahwa guru SLB dengan kelelahan kerja tinggi dan motivasi kerja rendah cenderung memiliki stres kerja tinggi, begitu pula sebaliknya.
Copyrights © 2025