Fenomena childfree, yaitu keputusan sadar untuk tidak memiliki anak, telah menjadi topik yang semakin relevan dalam dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik, faktor penyebab, serta dinamika sosial budaya di balik fenomena childfree di negara maju dan berkembang melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan analisis terhadap berbagai literatur akademik nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di negara maju, keputusan childfree sering dikaitkan dengan tingkat pendidikan tinggi, kesadaran ekologis, dan individualisme. Sementara itu, di negara berkembang, fenomena ini masih menghadapi tekanan sosial yang kuat dari norma tradisional dan religius. Faktor penyebabnya mencakup motivasi individual seperti otonomi pribadi dan kekhawatiran lingkungan di negara maju, serta perubahan nilai sosial di negara berkembang. Kesimpulannya, childfree mencerminkan pergeseran nilai global yang dipengaruhi oleh konteks sosial budaya masing-masing negara. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat modern memahami kebebasan memilih dalam konteks reproduksi.
Copyrights © 2025