Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas wisata di Kampung Ekowisata Keranggan, mengidentifikasi kendala dalam pengembangannya, serta merumuskan strategi optimalisasi yang dapat diterapkan guna mendukung keberlanjutan desa wisata tersebut. Kampung Ekowisata Keranggan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya, namun masih menghadapi berbagai tantangan terkait kualitas fasilitas yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan observasi langsung di lapangan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengelola desa wisata, lima warga lokal, dan sembilan wisatawan, yang dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengalaman mereka terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas utama seperti homestay, tempat makan, dan toilet umum belum optimal dalam hal kenyamanan, kebersihan, dan kelayakan, yang berdampak pada pengalaman wisatawan. Kendala utama yang ditemukan adalah terbatasnya anggaran untuk perbaikan, rendahnya partisipasi masyarakat, serta minimnya dukungan dari pemerintah dalam hal pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun. Strategi yang diusulkan mencakup pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi aktif, menjalin kemitraan dengan pihak eksternal seperti pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan media, serta promosi berbasis digital untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan. Dengan penerapan strategi ini secara konsisten dan berkelanjutan, Kampung Ekowisata Keranggan diharapkan dapat meningkatkan daya tariknya sebagai desa wisata unggulan serta berkontribusi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.
Copyrights © 2025