Fenomena hijrah digital di kalangan anak muda Indonesia mencerminkan transformasi signifikan dalam cara keberagamaan dipahami dan dipraktikkan di era digital. Dengan munculnya media sosial sebagai arena utama, proses hijrah tidak lagi terbatas pada transformasi spiritual pribadi, tetapi telah berkembang menjadi sebuah peristiwa sosial dan budaya yang terbuka, visual, dan masif. Generasi muda kini menampilkan identitas keagamaan mereka melalui unggahan video kajian, kutipan religius, dan gaya hidup Islami yang viral. Media sosial telah mengubah agama menjadi lebih cair dan fleksibel, namun juga menimbulkan tantangan terkait autentisitas spiritual, di mana agama sering kali terperangkap dalam simbolisme visual dan popularitas digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, menganalisis literatur dan konten media sosial yang relevan untuk menggali makna fenomenologis hijrah digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana anak muda Indonesia mengkonstruksi, merasakan, dan mempraktikkan agama di ruang digital, serta mengeksplorasi interaksi antara agama, identitas, dan teknologi. Meskipun hijrah digital menawarkan peluang untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang lebih inklusif dan fleksibel, fenomena ini juga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana keberagamaan yang ditampilkan bersifat autentik dan mendalam. Dengan demikian, hijrah digital bukan hanya sekadar gaya hidup atau tren, melainkan gerakan yang membuka jalan bagi anak muda untuk mendalami agama dengan cara yang lebih sesuai dengan dinamika zaman, sambil tetap memperdalam pemahaman spiritual mereka.
Copyrights © 2025