Artikel ini mengkaji pengaruh signifikan A.J. Wensink terhadap perkembangan metodologi takhrij al-hadith, salah satu cabang penting dalam studi hadits Islam. Wensink dikenal karena kontribusinya dalam memperkenalkan pendekatan kritis terhadap sanad (rantai periwayatan) serta matan (isi) hadits, khususnya dalam menentukan keaslian hadits-hadits tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana metodologi kritis Wensink memengaruhi diskursus keilmuan selanjutnya dan praktik takhrij dalam konteks kontemporer. Dengan menggunakan analisis isi kualitatif, penelitian ini meninjau karya-karya utama Wensink dan menempatkannya dalam konteks penerimaan oleh para ulama Muslim. Temuan menunjukkan bahwa kerangka metodologis Wensink tidak hanya menantang pendekatan tradisional, tetapi juga mendorong pendekatan yang lebih analitis dan interdisipliner dalam menilai keaslian hadits. Studi ini menyimpulkan bahwa warisan pemikiran Wensink masih berpengaruh dalam metode takhrij modern dan menjadi titik temu penting bagi kolaborasi akademik antara dunia Islam dan Barat.
Copyrights © 2025